Senin, 07 Februari 2011

Cara Membuat Password Aman

Password
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah penelitian yang dilakukan Georgia Tech Research Institute di Amerika Serikat banyak orang menggunakan password atau kata kunci yang lemah untuk melindungi akun mereka.

Para pengguna internet yang memiliki rekening bank, kartu kredit, atau mereka yang menyimpan informasi pribadi di akun online kebanyakan mengguanakan kata kunci yang lemah sehingga peretas dapat mengetahui sandi tersebut. Para hacker biasanya menggunakan Graphics cards kemudian dikombinasikan dengan software atau program untuk memecahkan sandi dan berulang kali mencoba kombinasi password yang berbeda-beda sampai ditemukan sandi yang benar.

Menurut penelitian tersebut, para pengguna internet biasanya membuat password yang berisi infomasi pribadi mereka, seperti tanggal lahir, kota asal, nama orang tua, nama pacar dan sebagainya.

Jamie Cowper dari Symantec memberikan saran supaya para penggiat internet menggunakan password yang berbeda-beda untuk berbagai akun yang mereka miliki. "Dan jangan lupa untuk mengubah password secara berkala," katanya.

Selain itu, pengguna juga disarankan membuat kata kunci yang terdiri dari 12 karakter supaya tidak mudah diketahui. "Membuat password pendek berisiko untuk dibobol," katanya. Kata kunci pendek yang dimaksud Cowper adalah sandi yang terdiri dari tujuh karakter atau kurang.

Cowper yang bekerja pada perusahaan yang memproduksi perangkat lunak keamanan internet seperti Norton Anti-Virus, ini juga menyarankan pengguna untuk membuat kombinasi karakter password yang terdiri dari termasuk nomor dan huruf besar atau kecil.

Agar Tak Jadi Korban Spam

 

thetechherald.com
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pernahkah anda menjadi bulan-bulanan spam dan scam? Spam adalah e-mail sampah yang menyebar di kotak surat Anda. Sedangkan scam adalah berita elektronik atau informasi yang menipu di Internet.

Populasi e-mail atau berita-berita sampah itu memang mencengangkan. Beberapa perusahaan keamanan komputer mendapati bahwa spam atau scam bisa mencapai 80 persen dari total e-mail yang beredar di Internet. Artinya delapan dari 10 e-mail yang Anda terima adalah sampah.

Bila Anda adalah salah satu korbannya, tip berikut ini mungkin akan banyak membantu.

  • Pertimbangkanlah untuk berhenti atau keluar dari mailing list atau kerap disingkat milis. Ini adalah salah satu tempat penyebaran spam dan scam yang terbesar lantaran tingkat keamanannya yang tak terlalu tinggi.
  • Bila tidak, mintalah administrator milis untuk memeriksa e-mail-e-mail sampah dan memasang filter yang ketat.
  • Selektiflah memilih situs tempat Anda mendaftarkan alamat e-mail Anda.
  • Hindari menampilkan alamat e-mai Anda di Internet.
  • Pertimbangkan untuk memiliki beberapa alamat e-mail untuk berbagai tujuan berbeda.
  • Hapus langsung semua e-mail yang Anda curigai sebagai spam dan jangan mengklik tautan apapun yang muncul bila Anda tak sengaja membuka spam apalagi membalas spam karena membalasnya justru akan membuka keran dan spam akan mengalir deras.
  • Sebaiknya ketiklah alamat URL di peramban ketimbang mengklik tautan dari e-mail.
  • Perbarui sistem operasi senantiasa dan pakailah antivirus.
  • Jangan meneruskan (forward) peringatan virus apapun yang anda terima melalui e-mail. Bisa jadi ini adalah berita bohong (hoax)

DEDDY SINAGA